oleh

Layakkah Ibukota Jakarta Pindah?

-Opini-82 views

Penulis: Prof. Dr. Manlian Ronald. A. Simanjuntak, ST., MT., D.Min
(Guru Besar Universitas Pelita Harapan)

Opini | Jakarta – Persiapan proses pemindahan Ibu Kota Jakarta (Jakarta sebagai Ibukota diatur dalam UU No. 29 tahun 2007) yang dibahas dalam Rapat Terbatas Kabinet Kerja pada 29 April 2019 di Kantor Presiden, Jakarta, ternyata mendapat respon beragam dari masyarakat Indonesia. Sebagai pembina “penyelenggaraan” Negara Republik Indonesia, Pemerintah telah merespon hal ini secara positif. Respon Pemerintah ini perlu diapresiasi oleh seluruh bangsa Indonesia. Namun, yang perlu dicermati benar, apakah ide pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia berasal dari Presiden? Atau ada saran dari pihak lain secara politis? Atau hal ini adalah ide dari Kementerian terkait misalnya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)?

Pemindahan Ibukota Negara lebih dulu memerlukan persiapan yang matang yang dimulai dari aspek hukum, aspek budaya, aspek sosial, aspek lingkungan, aspek teknis, aspek. Hal ini mendorong pemikiran awal saya, mungkin kita “terlalu dini” membahas hal ini.

Pertanyaan bagi kita semua: Layakkah Ibukota Jakarta pindah?

Pertanyaan di atas selanjutnya merekomendasikan untuk kita memikirkan beberapa hal penting:

1. “Memvitalkan Sistem Ketatanegaraan Indonesia”

Pemindahan Ibukota mencerminkan proses vitalisasi Sistem Ketatanegaraan Indonesia. Presiden memiliki “diskresi” untuk menentukan lokasi tempat bekerja. Apresiasi positif perlu disampaikan kepada Pemerintah.

2. “Pemindahan Ibukota memerlukan Feasibility Study yang komprehensif”.

Feasibility Study mencakup beberapa aspek baik secara teknis, ekonomi, sosial, politik, lingkungan, hukum, dll. Hasil Feasibility Study memberikan masukan yang lengkap bagi Presiden sebagai Kepala Negara untuk mengambil keputusan pemindahan Ibukota. Secara teknis dari perspektif Manajemen Proyek & Konstruksi, dapat mengukur secara kuantitatif nilai desain dan konstruksi pembangunan yang diperlukan.

3. “Aspek Penataan Ruang”.

Pemindahan Ibukota memerlukan kajian Penataan Ruang yang komprehensif. Ibukota bukan saja Kota, bukan saja Metropolitan, bukan saja Megapolitan, tetapi Ibukota adalah Kawasan Strategis Nasional. Bagaimana kajian Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Ibukota? Bagaimana dengan kawasan yang berbatasan dengan kawasan Ibukota?

4. “Aspek Keamanan & Keselamatan”.

Aspek Keamanan & Keselamatan menjadi perhatian penting dalam mempersiapkan Ibukota Negara. Presiden dan seluruh ASN terkait akan menempati bangunan gedung, infrastruktur dan kawasan Ibukota Pemerintahan yang akan dibangun. Selain itu perwakilan negara lain perlu diperhatikan juga terhadap aspek keamanan dan keselamatan di lingkungan Ibukota.

Dalam mempersiapkan pemindahan Ibukota, rekomendasi penting yang harus dicermati untuk dilaksanakan:

1. “Harus ada persiapan lebih dulu”.

Belajar dari rekomendasi pemindahan Ibukota sejak pemerintahan Presiden Sukarno, Presiden Suharto, dan juga pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, telah ada persiapan dahulu sebelum rekomendasi pemindahan Ibukota diimplementasikan.

2. “Pemindahan Ibukota adalah proses Mendidik”.

Ketika proses pemindahan Ibukota dilaksanakan secara tepat dan benar, maka akan menjadi model penyelenggaraan pemerintahan di daerah yang lain.

3. “Pemindahan Ibukota memerlukan Proses yang Sistematis & Terstruktur”.

Proses yang sistematis dan terstruktur dalam proses pemindahan Ibukota menjadi vital agar proses penyelenggaraan pemerintahan tetap berkelanjutan.

4. “Pemindahan Ibukota memerlukan Waktu”.

Waktu akan memandu kematangan berbagai pihak yang mempersiapkan dan melaksanakan pemindahan Ibukota.

Kiranya hal tentang pemindahan Ibukota Negara Republik Indonesia dapat dicermati secara baik dan benar.

Komentar

News Feed